KAIDAH FIQHIYYAH PDF DOWNLOAD

Information about the open-access article 'PENGGUNAAN KAIDAH FIQHIYYAH “AL-KHURŪJ MIN AL-KHILĀF MUSTAHAB” TERKAIT BAB IBADAH DALAM. Get this from a library! Kaidah fiqhiyyah dan pembaharuan hukum Islam. No information is available for this page.


KAIDAH FIQHIYYAH PDF DOWNLOAD

Author: Kamron Bosco
Country: New Zealand
Language: English
Genre: Education
Published: 19 July 2017
Pages: 305
PDF File Size: 15.40 Mb
ePub File Size: 28.75 Mb
ISBN: 522-2-88326-173-1
Downloads: 22462
Price: Free
Uploader: Kamron Bosco

KAIDAH FIQHIYYAH PDF DOWNLOAD


Jumat, 19 Desember Islam Ada sebuah kaidah fikih yang dirumuskan oleh ulama: Namun, sikap diam pada saat diperlukan kaidah fiqhiyyah berpendapat maka itu dianggap sebagai sebuah penjelasan.

Kaidah di atas akan dirinci menjadi dua bagian. Maknanya, kita tidak boleh mengatakan bahwa seseorang yang diam itu memiliki pendapat tertentu mengenai suatu hal. Di kaidah fiqhiyyah cabang dan penerapan dari kaidah ini adalah sebagai berikut.

Jika A melihat ada "orang asing" yang menjual barang miliknya dan si A diam saja.

  • Urgensi Kaidah Fiqhiyyah Dalam Pengembangan Ekonomi Islam - Neliti
  • Kaidah fiqhiyyah dan pembaharuan hukum Islam (Book, ) []
  • Kaidah Fiqhiyah
  • Find a copy in the library
  • Kaidah fiqhiyyah dan pembaharuan hukum Islam

Maka, diamnya si A ini tidak kaidah fiqhiyyah sebagai kebolehan kaidah fiqhiyyah menjual atau mewakilkan untuk menjual barangnya. Jika B melihat ada seseorang yang merusak barang miliknya tapi B diam saja, maka diamnya B tidak berarti izin atas pengrusakannya.

Formats and Editions of Kaidah fiqhiyyah dan pembaharuan hukum Islam []

Diamnya seorang istri atas keadaan suaminya yang impoten tidak dianggap sebagai keridhaan istri atas kondisi tersebut walaupun mereka telah hidup bersama selama bertahun-tahun. Jika seandainya di kemudian hari istri menuntut cerai maka suami tidak bisa membela diri bahwa "istri sudah ridha dan hidup bertahun-tahun, kenapa baru menuntut sekarang?

Dalam Pasal Majalah al-Ahkam al-Adliyah[2] disebutkan, "Diamnya orang yang meminjamkan barang tidak dianggap sebagai qabul setuju untuk meminjamkan. Seandainya si peminjam meminta untuk dipinjamkan suatu kaidah fiqhiyyah namun si pemilik hanya diam, kemudian si peminjam mengambil barang tersebut, maka kaidah fiqhiyyah ia termasuk merampas.

Di antaranya adalah wajibnya ia mengganti kaidah fiqhiyyah tersebut jika rusak secara mutlak baik itu rusak karena kecerobohan atau tidak ". Contoh lain, ketika X mengatakan kepada A bahwa kaidah fiqhiyyah ingin meminjam tasnya. A hanya diam, dan X langsung mengambil tasnya.

Maka, diamnya A ini tidak dianggap sebagai izin. Jika tasnya rusak, walaupun karena kecelakaan yang tidak disengaja, maka X tetap wajib mengganti tas tersebut.

KAIDAH FIQHIYYAH PDF DOWNLOAD

Berbeda jika sudah ada pernyataan izin dari A, dalam keadaan seperti itu X tidak wajib mengganti tas A yang rusak. Ia menjadi wajib mengganti hanya jika tasnya rusak karena kecerobohan atau kelalaian yang dilakukannya. Makna kaidah ini adalah: Di antara cabang dan penerapan kaidah ini adalah sebagai berikut.

Diamnya seorang wanita gadis ketika walinya meminta persetujuan atas pernikahan, maka ini dianggap sebagai keridhaan. Diamnya pemilik barang ketika barang yang ia kaidah fiqhiyyah atau kaidah fiqhiyyah diambil oleh yang berhak sebelumnya pemilik barang sudah memberitahu bahwa barang itu ia hibahkan atau sedekahkan kepada Fulanmaka ini dianggap sebagai izin untuk mengambil barang tersebut.

Kaidah Fiqih Seputar Diam

Tidak ada hak baginya di kemudian hari kaidah fiqhiyyah menolak bahwa anak tersebut adalah anaknya. Seseorang dianggap menerima pengakuan bahwa ia memiliki hutang kepada A misalnya atau menerima untuk dijadikan wakil atau dititipkan barang jika ia tidak menolak dengan tegas.

Jika ada kaidah fiqhiyyah tegas maka isyarat tanda menerima menjadi tidak teranggap karena bertentangan dengan lafadz penolakan yang jelas.



Related Post